Sri Auditya Sari

Sustainable cacao program: added value for women and young farmers

Sri Auditya Sari

Region

Bali, Indonesia

Affiliations & Roles

Founder and CSO of API Institute 

Social Entrepreneur of BALINI Organic Products 

Program Officer of Sustainable Action and Advocacy in Kakao at Kalimajari Foundation

Tya is the leader of API Institute (Aptaguna Padu Indonesia), a Bali based NGO, focusing on cacao farmers and empowerment that enables women-led social enterprises to grow into businesses. This initiative specifically focuses on women and young farmers in its supply chain to create products and services that benefit their lives in more sustainable ways. 

Women farmers and young people are two vital actors in a sustainable cocoa business. Women are vulnerable to work without recognition and young farmers often leave the agricultural business because they see it as lacking economic value. By empowering the women and young cacao farmers in their community, Tya and her team are helping to pave the way for true sustainable development by addressing societal needs and challenges through the business itself. Their goal is that  once this program is developed, these communities will be able to thrive independently. 

Tya is active in non-profit leadership programs, and is responsible for the ‘Sustainable Action and Advocacy in Kakao Project’ with Kalimajari Foundation, supported by the Rainforest Alliance. This project aims to increase the quality of cacao beans produced by local farmers, while enhancing the related policy through lobbying and advocacy strategies directed at the government. Recently, Tya and her team constructed PERDA (regional regulations), as regulations to legally protect the Kakao Lestari empowerment program and improve cacao quality, specifically through fermentation. This maintains the legal basis for the government to continue prioritizing the cacao sector in the long run through their working agendas, and most importantly through gender budgeting allocation. 

Motivated by her passion for sustainability, Tya saw a necessity for green business strategies including organic farming, certifications, and climate smart agriculture. In response, Tya and two of her women friends launched BALINI, a social enterprise brand that focuses on providing direct market access for derivative products made organically by women farmers such as cocoa lip balm, cocoa masks, and cocoa soap. The target market for these products are organic stores partners in Indonesia, Netherlands, Germany, and Belgium.

Mendorong Program Kakao Berkelanjutan: Nilai Tambah bagi Perempuan dan Petani Muda

Tya adalah pemimpin dari API Institute (Aptaguna Padu Indonesia), sebuah LSM yang berbasis di Bali, yang berfokus pada pemberdayaan petani kakao untuk memungkinkan wirausaha sosial yang dipimpin perempuan untuk tumbuh menjadi bisnis dan ini termasuk perempuan dan petani muda dalam rantai pasokannya untuk menciptakan produk/ layanan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Petani perempuan dan pemuda merupakan dua pelaku vital dalam bisnis kakao yang berkelanjutan. Perempuan rentan untuk bekerja tanpa pengakuan dan petani muda sering meninggalkan bisnis pertanian karena dianggap kurang bernilai ekonomi. Dengan memberdayakan kaum muda dan perempuan petani kakao di komunitasnya, Tya dan timnya membantu membuka jalan bagi pembangunan berkelanjutan sejati bagi mereka dengan menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat melalui bisnis itu sendiri, yang dimana setelah program ini dikembangkan mereka berharap akan membangunkan semangat para perempuan dan juga petani muda untuk melanjutkan hidup mereka secara mandiri. 

Tya aktif dalam program kepemimpinan nirlaba, dan bertanggung jawab atas 'Aksi dan Advokasi Berkelanjutan dalam Proyek Kakao' dengan Kalimajari Foundation, didukung oleh Rainforest Alliance. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan oleh petani lokal, sekaligus menyempurnakan kebijakan terkait melalui strategi lobi dan advokasi kepada pemerintah. Baru-baru ini, Tya dan timnya menyusun PERDA (Peraturan Daerah), sebagai peraturan yang secara hukum dapat melindungi program pemberdayaan Kakao Lestari dan peningkatan kualitas kakao khususnya melalui fermentasi. Hal ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk terus memprioritaskan sektor kakao dalam jangka panjang melalui agenda kerja mereka, dan yang terpenting alokasi anggaran berbasis gender.

Dimotivasi oleh kecintaannya pada keberlanjutan, Tya melihat kebutuhan penting dalam strategi bisnis hijau termasuk pertanian organik, sertifikasi, dan pertanian cerdas iklim. Untuk itu, Tya dan dua teman wanitanya meluncurkan BALINI, brand wirausaha sosial yang fokus menyediakan akses pasar langsung untuk produk turunan yang dibuat secara organik oleh petani perempuan seperti lip balm kakao, masker kakao, dan sabun kakao. Tak tanggung-tanggung, target dari pasar produk ini adalah beberapa mitra toko organik di Indonesia, Belanda, Jerman, dan Belgia.

Sri Auditya Sari Action Photo 1
Sri Auditya Sari Action Photo 2
Sri Auditya Sari Action Photo 3

Meet More WEA Women in Action