WEA Women in Action

Webri Veliana

Building resilient communities through sustainable waste management practices

Webri Veliana

Region

East Jawa, Indonesia

Affiliations & Roles

Founder, Greenwave NGO

Webri Veliana is an environmental leader committed to helping Indonesian communities become safe and sustainable, with local economies that grow in harmony with the environment. Despite having a degree in education and her longest profession being in the airline business, in 2016 Webri decided to follow her heart and commit her life to environmental service. Through a combination of self-learning and volunteer projects, she developed the "Panca Krida" Environmental Preservation System. Then in 2017, Webri founded Greenwave NGO: a non-profit focused on waste management and environmental preservation. 

Webri received an Australia Award that enabled her to take a course called "Tackling Marine Pollution Issues through Recycling" at Griffith University in 2019. From her studies, she led a grassroots waste sorting project in Wonosidi village, alongside the village government and a local environmental workers group called Manggala Wonosidi. In just three months, she successfully developed a sustainable waste management system called the "Greenwave Method" and helped 64% of houses in Wonosidi village sort waste from their homes to be used as recycled material.

Currently, Webri is working with Greenwave NGO to make Wonosidi a Leading Circular Economy village and achieve all 17 Sustainable Development Goals (SDGs). Through collaboration and co-creation, Webri hopes to make Wonosidi a prototype for implementing both her innovative waste management system and her environmental preservation system so that they can be emulated by other villages in Indonesia. Eventually, she hopes to translate these systems to suburban and rural communities across Indonesia, too! 

Webri Veliana4
Webri Veliana3
Webri Veliana6

Webri Veliana adalah seorang pemimpin lingkungan yang berkomitmen untuk membangun Indonesia menjadi aman dan berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang selaras dengan lingkungan. Meskipun memiliki latar belakang di bisnis maskapai penerbangan, pada tahun 2016 Webri memutuskan untuk mengikuti kata hatinya dan mendikasikan hidupnya untuk lingkungan. Ia mengembangkan Sistem Pelestarian Lingkungan "Panca Krida" melalui proses belajar mandiri dan dari pengalamannya menjadi relawan. Pada tahun 2017, Webri mendirikan Greenwave NGO, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.

Webri menerima penghargaan Australia Awards yang melibatkannya pada program "Tackling Marine Pollution Issues through Recycling" di Universitas Griffith pada tahun 2019. Dari studinya, ia lalu memimpin proyek pemilahan limbah akar-rumput di desa Wonosidi, bersama dengan pemerintah desa dan lingkungan setempat. Hanya dalam tiga bulan, ia berhasil mengembangkan sistem pengelolaan limbah berkelanjutan yang disebut "Metode Gelombang Hijau" dan membantu 64% rumah di desa Wonosidi memilah sampah dari rumah mereka untuk digunakan sebagai bahan daur ulang.

Saat ini, Webri bekerja dengan Greenwave NGO untuk menjadikan Wonosidi sebagai Desa Ekonomi Sirkuler untuk mencapai ketujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui kolaborasi, Webri berharap menjadikan Wonosidi sebagai percontohan untuk mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah inovatif dan sistem pelestarian lingkungan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Misi utamanya adalah untuk dapat mengaplikasikan sistem ini ke komunitas pinggiran kota dan pedesaan di seluruh Indonesia.

Meet More WEA Women in Action