Hikmatul Fadhila

Using Local Wisdom to Preserve Customary Forests and Increase Their Productivity

Hikmatul Fadhila  Foto Profil

Region

Padang Pariaman, West Sumatera, Indonesia

 

Affiliations & Roles

Community Organizer of Citra Mandiri Mentawai Foundation

Nicknamed Dhilla, Hikmatul Fadhila was born and raised in Pariaman, West Sumatra. Dhila graduated from the Civil Engineering program at the Bogor Agricultural Institute, and now works at the Mentawai Mandiri Citra Foundation in West Sumatra, assisting communities in the Mentawai Islands, West Sumatra.

Dhila strives to make optimal use of the land, achieved through community empowerment which can preserve customary forests and improve the community's economy. With the enactment of a Decree (SK) for customary forests in the Mentawai Islands by the District Head, there are now opportunities for the community to take advantage of their customary lands without fear of them being taken over by companies.

Dhila formed an agricultural community on the island of Siberut in the Mentawai Islands so that optimal land use is practiced in a more organized system. Currently, 3 farmer groups have been formed with two more to be formed soon. 

Dhila strives to preserve the role of Tinungglu local wisdom in the community’s agricultural system. Tinungglu was adapted to the concept of agroforestry to increase land productivity without changing the agricultural system that has been carried out by generations of indigenous peoples. As part of this program, Dhila also guides farmer group members in methods from the seed nursery stage to planting seedlings in the field. 

Dhila hopes that the people she works with can be financially independent and rely on agriculture as their main source of income.  Engaging in environmental sustainability efforts will allow them to maintain the customary forest as an inheritance for their future children and grandchildren.

Melestarikan Hutan Adat dengan Meningkatkan Produktivitas Hutan yang Berfokus Pada Kearifan Lokal

Hikmatul Fadhila atau biasa dipanggil Dhila, lahir dan besar di Pariaman, Sumatera Barat. Dhila merupakan lulusan Kehutanan program studi Silvikultur Institut Pertanian Bogor. Dhila bekerja pada sebuah lembaga yang bernama Yayasan Citra Mandiri Mentawai di Padang, Sumatera Barat dengan masyarakat dampingan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. 

Dhila berupaya untuk memanfaatkan lahan seoptimal mungkin yang diiringi dengan pemberdayaan masyarakatnya dalam rangka pelestarian hutan adat dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan ditetapkannya Surat Keputusan (SK) hutan adat di Kepulauan Mentawai oleh Bupati Mentawai maka terbuka luas kesempatan oleh masyarakat untuk memanfaatkan tanah adat mereka tanpa harus takut diambil alih oleh perusahaan. 

Dhila membentuk komunitas pertanian di Pulau Siberut Kepulauan Mentawai agar praktek pemanfaatan lahan secara optimal lebih terorganisir. Saat ini telah terbentuk 3 kelompok tani di Siberut Selatan. Dhila berupaya untuk tetap melestarikan kearifan lokal Tinungglu dalam sistem pertanian masyarakat. Tinungglu diadaptasi dengan konsep agroforestry untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa merubah sistem pertanian yang telah turun temurun dilakukan oleh masyarakat adat. 

Sejalan dengan program tersebut, Dhila juga mengajari anggota kelompok tani mulai dari tahap persemaian benih hingga penanaman bibit di lapangan. Dhila berharap masyarakat dampingannya dapat mandiri secara finansial dengan mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan utama dan peduli terhadap kelestarian lingkungan serta tetap mempertahankan hutan adat untuk warisan kepada anak cucu mereka kelak.

Hikmatul Fadhila 4
Hikmatul Fadhila 2
Hikmatul Fadhila 6

Meet More WEA Women in Action